3 Bisnis Olahan Ikan Ini Cetak Omzet Besar, Ada yang Sampai Rp 40 Miliar

Jakartaweekly.com – Ide bisnis bisa datang dari mana aja. Misalnya saja ide bisnis makanan yang bisa dikembangkan dari berbagai jenis makanan yang kita jumpai sehari-hari.

Selain olahan pisang, ternyata olahan ikan bisa menjadi bisnis yang menguntungkan lho. Omzet yang dicetak dari bisnis ini nilainya bisa mencapai puluhan juta.

Asal tahu aja nih. Orang-orang yang berhasil dari bisnis olahan ikan ternyata udah banyak jumlahnya. Beberapa dari mereka memulai bisnis ini dengan modal kecil. Penasaran siapa aja mereka dan bisnis seperti apa yang mereka jalankan? Cari tahu yuk lewat ulasan berikut ini.

1. Olahan ikan lele

Titin Mukadah sukses raup omzet hingga Rp 60 juta dari usaha olahan ikan lele. Wanita asal Pasuruan, Jawa Timur ini memanfaatkan ikan lele sebagai bahan buat bikin abon, kerupuk lele, stik lele, kripik lele, dodol, permen, hingga pastel.

Titin mendapatkan ide bisnis ini sewaktu dirinya menyuapkan ikan ke anaknya. Rupanya si anak gak suka makan ikan. Ia pun mencari cara agar ananknya mau memakannya.

Dari situlah Titin menggunakan kemampuan dan pengalamannya buat mengolah ikan lele menjadi makanan yang disukai. Bukan tanpa alasan Titin memilih ikan lele. Kebetulan, di sekitar rumahnya banyak pembudidaya ikan lele dan harganya juga terjangkau. Saat itu, Titin bisa mendapatkan ikan lele dengan harga Rp 20 ribu per kilogram.

BACA JUGA :  Island Life Begins, Beauty on Tanjung benoa bali

Olahan abon ikan lele Titin ternyata sukses. Anaknya menyukai hasil kreasinya. Titin pun berpikir buat menjadikan kreasinya tersebut sebagai bisnis. Gak disangka, abon lele yang dijualnya mendapat tanggapan positif.

Dari abon lele, Titin kemudian menciptakan kreasi-kreasi lain dengan bahan dasar ikan lele. Perlahan-lahan, bisnisnya ini menunjukkan kemajuan. Ia pun mengajak tujuh orang tetangganya buat menjalankan bisnis ini seiring meningkatnya permintaan saat itu. Dari situ terbentuklah kelompok usaha yang dinamakan Sukorejo Olahan Lele (SUOLE).

SUOLE menjual olahan ikan lele dengan harga yang cukup terjangkau. Area pemasarannya pun gak cuma Pasuruan, tapi udah meliputi wilayah Sidoarjo dan Bali.

2. Olahan seafood

Jeli dalam melihat peluang, Nurhadi sukses membangun PT Parlevliet Paraba Seafood. Bisnis olahan seafood ini mulai dijalankannya dengan modal Rp 4 juta. Dalam setahun, omzetnya bisa mencapai Rp 40 miliar.

BACA JUGA :  Harga iPhone Diperkirakan Naik 20% Gara-gara Perang Dagang, Koq Bisa?

Nurhadi mengaku dulunya cuma karyawan biasa. Melihat ada peluang yang bisa dimanfaatkannya dari olahan ikan, ia pun memutuskan buat berhenti bekerja tahun 1999 dan merintis bisnisnya sendiri.

Dengan modal Rp 4 juta, Nurhadi menjalankan bisnisnya dimulai dengan mengolah ikan tuna. Perlahan-lahan bisnis yang diberi nama Parlevliet Paraba Seafood ini berkembang. Nurhadi pun mulai memasarkan olahan ikan pelagis, demersal kakap merah, udang, gurita, hingga kerapu.

Untuk membesarkan bisnisnya, Nurhadi mendapatkan pinjaman dari bank. Padahal, sebelumnya, ia merasa kesulitan karena gak ada yang bisa dia jadikan jaminan.

Parlevliet Paraba Seafood pun berkembang. Dari yang awalnya cuma bisa hasilkan omzet Rp 5 juta-Rp 10 juta, kini dapat mencetak omzet hingga Rp 40 miliar dalam hitungan tahun.

Usut punya usut, omzetnya bisa sedemikian besar karena Parlevliet Paraba Seafood mengekspor olahan seafood-nya. Negara-negara tujuan ekspornya pun beragam, mulai dari negara-negara di kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika.

3. Kudapan berbahan ikan

Punya karier bagus nyatanya gak bikin puas Aang Permana. Padahal, pekerjaannya tersebut bisa memberi gaji besar kepada dirinya. Namun, gak disangka dengan berbisnis Aang bisa cetak omzet hingga Rp 500 juta per bulan, lebih dari gaji yang diberikan perusahaannya.

BACA JUGA :  Ramadan di Aston Pluit

Bermodalkan Rp 500 ribu, Aang memanfaatkan banyaknya ikan petek di Waduk Cirata yang gak jauh dari tempat tinggalnya di Cianjur, Jawa Barat. Ikan petek yang didapatnya tersebut kemudian diolahnya menjadi kudapan.

Aang gak sendiri dalam menjalankan bisnis ini. Ia mempekerjakan ibu-ibu di kampungnya buat membantunya dalam menjalankan bisnis olahan ikan yang diberi nama Crispy Ikan Sipetek.

Bisnis Crispy Ikan Sipetek ternyata memberi hasil yang memuaskan. Untungnya terus meningkat seiring meluasnya area penjualan kudapan berbahan ikan ini. Dari yang semula hanya dijajakan di toko oleh-oleh Cianjur, seiring berjalannya waktu, kudapan tersebut dijual secara online.

Bahkan, Aang sampai mendistribusikan Crispy Ikan Sipetek ini lewat agen-agen. Dari modal Rp 500 ribuan, Aang bisa dapat omzet hingga Rp 500 juta tiap bulan.

Gimana, percaya kan sekarang kalau bisnis olahan ikan bisa kasih untung besar? Apa yang dicapai pengusaha-pengusaha di atas lewat bisnisnya gak lepas dari kejelian mereka dalam melihat peluang.

Semua itu tentunya didorong oleh keberanian mereka dalam memulai, meskipun risiko kerugian bisa aja jadi konsekuensi yang harus mereka tanggung. Kalau mereka aja bisa, kamu pun pasti bisa. Semoga ulasan di atas menginspirasimu ya buat berbisnis. Selamat berwirausaha!

Source : Moneysmart.id