Anies Sebut Rencana Hujan Buatan Belum Matang

Pemprov DKI Jakarta sedang memikirkan cara mengatasi polusi udara di Jakarta. Salah satunya dengan membuat hujan buatan.

Namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai rencana itu belum matang. “Soal hujan (buatan), nanti sesudah matang baru diumumkan. Menurut saya BPPT offside tuh, jadi sebelum matang, sebelum semuanya siap, baru kita (rencanakan),” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/7).

Menurut Anies, pernyataan rencana hujan buatan seharusnya tidak diungkap ke publik karena perlu dikaji lebih jauh.

“Saya mendengar BPPT sudah menyampaikan keluar (publik), perlu saya sampaikan, bahwa itu tidak seharusnya dibicarakan dulu sebelum matang, memang mau dilakukan dulu, apa tidak,” katanya.

Sebelumnya, BPPT mengeluarkan keterangan pers terkait rencana penerapan hujan buatan untuk mengatasi polusi udara di Jakarta. Rencananya hujan buatan itu, menurut BPPT sudah disetujui oleh Anies selaku Gubernur DKI.

BACA JUGA :  TNI Siapkan 32 Ribu Personel untuk Bantu Polri Halau Massa Rusuh

“TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk mengatasi pencemaran udara yang disebabkan kegiatan perekonomian baru pertama kali dilaksanakan. Gubernur DKI Jakarta sudah beri lampu hijau, dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca libur (15/7),” ujar Kepala BPPT Hammam Riza, dalam keterangan.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Wahir, menyatakan opsi hujan buatan akan dibahas secara lebih lanjut.

“Tapi pemda DKI tidak punya keahlian dan resource tentang itu,” kata Andono di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Dia menyatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika terkait musim kemarau ikut serta dalam pencemaran udara.

BACA JUGA :  Menikmati Minggu di Dakasi, Pantai Indah Kapuk

“Ternyata sekarang lagi el nino, memasuki periode el nino prediksinya sampai tiga bulan ke depan akan panas terus enggak ada hujan,” ucapnya.

Dia menyebut dari penjelasan BMKG saat panas seperti saat ini, partikel-partikel yang dihasilkan aktivitas di kot, mulai dari kendaraan ataupun industri akan menutup dan membentuk lapisan di atmosfer. Sehingga dengan adanya musim kemarau itu menimbulkan efek inversi di atmosfer.

“Kalau ada hujan lapisan ini terbuka kan kaya dicuci lah kotoran. Kaya kita misalkan baju kalau kena air kan kotorannya bisa hilang. Kalau kotoran di udara kena hujan itunya juga hilang menjadi lebih bersih,” papar dia.

Karena hal itu, dia mengimbau agar masyarakat mengurangi asap kendaraan bermotor dengan beralih menggunakan transportasi publik. Sebab, kondisi yang dialami di Ibu Kota tengah dirasakan oleh masyarakat seluruh dunia.

BACA JUGA :  Sudah Belajar Islam di Rutan, Ahok Nikahi Bripda Puput Secara Islam?

“Kalau angkutan umum selalu ada misalkan busway koridor, yaudah di situ aja enggak usah bawa mobil sendiri karena emisinya sudah ditanggung di buswaynya. Sudah ada MRT, ayo warga DKI kitw kurangi asapnya,” jelas Andono.

Source : Merdeka.com

Shares