Press "Enter" to skip to content

Bank Dunia: 60 Juta Orang Bisa Jatuh Miskin Karena Pandemi Virus Corona

Bank Dunia menyampaikan, pandemi virus corona dapat mendorong sebanyak 60 juta orang jatuh miskin. Peringatan itu mengisyaratkan pesimisme para ekonom tentang skala dan durasi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bank Dunia, yang memberikan pinjaman dan hibah kepada pemerintah negara-negara miskin, memperkirakan sejak sebulan lalu, tahun ini akan menandai langkah mundur dalam sejarah terkait kesenjangan, disebut pandemi “kemungkinan akan menyebabkan peningkatan pertama dalam kemiskinan global sejak 1998.” Demikian dilansir dari CNN, Kamis (21/5).

Dikatakan dalam sebuah unggahan blog pada 20 April, “perkiraan terbaik” yaitu 49 juta orang akan jatuh ke tingkat kemiskinan ekstrem, di mana mereka harus hidup hanya dengan kurang dari USD 1,90 per hari atau sekitar Rp 27.000.

BACA JUGA :  Dua Gempa Besar Hantam California

Prospek yang memburuk disebabkan oleh tertutupnya berbagai aktivitas ekonomi dan “terhapusnya banyak kemajuan dalam pengentasan kemiskinan,” kata Presiden Bank Dunia David Malpass dalam sebuah pernyataan.

Lonjakan kasus baru-baru ini di beberapa negara juga memaksa Bank Dunia untuk menerapkan apa yang disebut sebagai “respons krisis terbesar dan tercepat” yang pernah ada. Disebutkan upaya bantuan daruratnya telah mencapai 100 negara berkembang, yang merupakan rumah bagi 70 persen populasi dunia.

Bank Dunia bertujuan untuk membantu masyarakat rentan dengan memberikan hibah dan pinjaman kepada individu dan dunia usaha, serta menangguhkan pembayaran utang untuk beberapa negara termiskin di dunia. Secara keseluruhan, pihaknya telah berjanji setidaknya menggelontorkan sekitar USD 160 miliar atau Rp 2,3 triliun untuk memerangi virus.

BACA JUGA :  Cara Malaysia bayar utang yang sudah menggunung

Beberapa orang termiskin di dunia sudah mulai merasakan dampak pandemi.

Pekerja migran di seluruh dunia kehilangan pekerjaan. Akibatnya, Bank Dunia memperkirakan pengiriman uang global, atau uang yang dikirim ke rumah untuk keluarga, dapat turun 20 persen, atau sekitar USD 100 miliar atau Rp 1,4 triliun tahun ini.

Bulan lalu, Bank Dunia memperkirakan orang-orang di sub-Sahara Afrika yang paling terdampak. Saat ini, 39 dari 100 negara target Bank Dunia ada di sana, dan setidaknya 23 juta penduduk di wilayah ini diproyeksikan akan menuju kemiskinan ekstrem karena wabah virus corona.

Asia Selatan juga masuk dalam perkiraan Bank Dunia. Selain Nigeria dan Republik Demokratik Kongo, ekonom Bank Dunia mengatakan India, salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, diperkirakan jumlah warga miskinnya akan meningkat, dengan sekitar 12 juta orang yang terkena dampaknya.

BACA JUGA :  Pegolf Seksi Ajak Pria-pria 'Horny' Berdonasi Untuk Corona

Source : Merdeka.com

Shares