Press "Enter" to skip to content

Cara Malaysia bayar utang yang sudah menggunung

Cara Malaysia bayar utang yang sudah menggunung.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan jumlah utang Malaysia saat ini sebanyak 1 triliun ringgit atau setara Rp 3.600 triliun lebih. Butuh pemasukan negara yang sangat besar untuk bisa melunasi utang sebanyak itu.

Meskipun begitu, PM Mahathir punya beberapa cara untuk bisa membayar utang negara. Berikut cara-cara Malaysia untuk bayar utang yang sudah menggunung :

Jual aset negara buat bayar utang

PM Mahathir berencana menjual aset negara, salah satunya adalah tanah. PM berusia 93 tahun itu berniat untuk menjual aset tersebut kepada warga Malaysia. Nantinya, warga yang membeli aset itu bisa membangun kawasan permukiman, yang tentu bisa menguntungkan negara.

BACA JUGA :  Mantan Pelayan Sebut Pangeran Harry Adalah Cucu Kesayangan Ratu Elizabeth, Ini Alasannya

“Mereka mengembangkan aset seperti misalnya membangun kawasan permukiman yang bisa memberikan mereka keuntungan,” kata Mahathir.

Menerapkan pajak yang beda

PM Mahathir juga berencana menerapkan pajak, yang berbeda dari pajak penjualan dan jasa. Menurutnya, pajak ini tak akan membebani warga Malaysia. “Karena itu kami masih mencari formulasi yang tepat,” kata Mahathir.

“Kami mungkin harus merancang pajak baru agar memiliki uang untuk membayar utang kami,” tambahnya.

Membuat Tabungan Harapan

PM Mahathir sempat menolak donasi dari sebuah perusahaan untuk membayar utang negara. Menurutnya, uang yang dikirim dari perusahaan yang berjumlah 100 juta ringgit atau Rp 365 miliar ke Tabungan Harapan ini, ada motif tertentu.

BACA JUGA :  Pria Thailand didakwa atas tuduhan memperkosa putri kandung selama 5 tahun

“Kami tidak ingin mereka memberikan uang dan mengharapkan sesuatu sebagai balasannya. Itu jelas perbuatan korupsi,” terang Mahathir.

Tabungan Harapan adalah tabungan yang dibuka oleh PM Mahathir. Tabungan itu digunakan sebagai sarana bagi warga Malaysia yang ingin mengurangi utang negara.

Source : Merdeka.com

 

Shares