Press "Enter" to skip to content

China Kerahkan Militer untuk Tangani Virus Corona Wuhan

Militer China kemarin mengerahkan sejumlah dokter spesialis ke Wuhan, Provinsi Hubei, untuk menangani wabah virus corona yang mematikan dan sudah menyebabkan sedikitnya 41 orang meninggal dan menjangkiti ribuan lainnya di sejumlah negara. Media pemerintah menyebut pemerintah mengirimkan 450 petugas medis militer ke Wuhan.

Laman Channel News Asia melaporkan, Minggu (26/1), di saat hari Tahun Baru Imlek yang merupakan masa liburan panjang dan mudik, pemerintah membatalkan sejumlah perayaan, khususnya bagi 56 juta warga di 18 kota yang kini berlaku larangan bepergian karena dampak virus corona.

Kemarin ketika seharusnya orang merayakan Tahun Baru Imlek, warga di Wuhan mengantre di apotik untuk membeli masker. Mereka diladeni oleh petugas apotik yang memakai pakaian pelindung lengkap dengan masker dan sarung tangan.

BACA JUGA :  Bill Gates Beri Bocoran Soal Pembuatan Vaksin COVID-19

Di pinggiran sebelah timur Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei yang menjadi sumber asal mula virus corona, polisi bersiaga memblokir jalan mencegah sejumlah kendaraan yang hendak meninggalkan kota.

“Tak seorang pun boleh keluar,” kata seorang petugas kepada kantor berita AFP.

Namun polisi mengizinkan sejumlah petugas medis yang baru mudik dari liburan untuk kembali masuk ke Wuhan guna menolong pasien-pasien di rumah sakit.

“Mereka butuh kami. Kalau tidak mereka akan sangat kelelahan,” kata seorang petugas medis perempuan.

Di seantero negeri korban meninggal akibat virus corona sudah mencapai 41 orang, kata pemerintah kemarin. Korban yang terjangkit mencapai 1.286, naik dari sebelumnya 830 orang dalam 24 jam terakhir. Sebagian besar korban meninggal dan terjangkit berada di Provinsi Hubei.

BACA JUGA :  Jarang Terlihat, Di Mana Presiden China Saat Virus Corona Menyebar?

Para petugas medis militer itu tiba dengan pesawat atau helikopter militer pada Jumat malam, termasuk para dokter yang berpengalaman menangani wabah virus SARS atau Ebola. Mereka akan disebar ke sejumlah rumah sakit yang dilaporkan kekurangan ranjang rumah sakit karena membeludaknya pasien.

Komisi Kesehatan Nasional memerintahkan semua pihak untuk segera mengambil tindakan untuk mendeteksi orang yang terjangkit virus itu dari sejak di pesawat, kereta, dan bus di seantero negeri.

Source : Merdeka.com

Shares