Press "Enter" to skip to content

Genjot Omzet Warung Kecil, Fintech Tokomodal Siap Salurkan Pembiayaan

Jakartaweekly.com – Perusahaan peer to peer lending Fintech, Tokomodal fokus meningkatkan usaha warung kecil di masyarakat. Salah satu caranya melalui bantuan permodalan.

Co-Founder Fintech Tokomodal, Chris Antonius mengatakan, perusahaannya merupakan fintech yang benar-benar membantu permodalan warung kecil di masyarakat. Kehadiran Fintech Tokomodal untuk membantu pemilik warung meningkatkan usahanya.

“Kami ingin membantu para pemilik warung untuk naik kelas,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini yang membuat warung kecil sulit berkembang adalah masalah permodalan. Mereka sulit menambah stok jualannya karena minimnya modal.

“Fintech Tokomodal hadir untuk membantu masalah mereka. Pemilik warung bisa memesan barang jualannya dulu ke Alfamikro, bayarnya belakangan,” katanya. Proses pinjaman sangat mudah. Bunganya pun 0 persen untuk 7 hari selama promosi.

BACA JUGA :  Tambang Batubara di Tepi Sungai Batanghari

Menurutnya, pemilik warung tinggal mendaftar member Alfamikro. Warung yang bisa menggunakan pembiayaan Fintech Tokomodal adalah yang sudah terdaftar menjadi Outlet Binaan Alfamart (OBA). Selain itu, mereka punya bangunan fisik warung dan bisa menggunakan smartphone Android.

Dia juga menyayangkan banyaknya berita negatif terhadap fintech P2P lending. Padahal, kata dia, tidak semua fintech buruk. Fintech yang sudah terdaftar di OJK bisa membantu pembiayaan yang lebih aman, cepat & mudah.

“Contohnya Fintech Tokomodal yang memang fokus pada pembiayaan sektor produktif ke usaha mikro,” ujarnya.

“Karena target Fintech Tokomodal memberikan pinjaman kepada sektor produktif, nilai kredit macetnya (Non Performing Loan/NPL) pun 0 persen. Sebab OBA yang bergabung dengan kita memang binaan Alfamikro dan track record-nya terjamin.”

BACA JUGA :  Kisah Sukses Anastasia Soare, Jadi Miliuner Berkat Gambar Alis

Keberadaan Fintech Tokomodal disambut baik oleh OBA. Terbukti saat ini sudah ada lebih dari 8.000 OBA yang memanfaatkan aplikasi Fintech Tokomodal.

Direktur Utama Fintech Tokomodal, Muhammad Aidil Fathany mengatakan, untuk pemodal diwajibkan memiliki rekening lalu mendownload aplikasi Fintech Tokomodal dan mengikuti mekanisme pendaftaran yang terdapat di dalam aplikasi.

“Buat pemodal tidak ada batasan minimal budget yang penting kalau mereka mau daftar ya silahkan,” terangnya.

Keuntungan yang didapat oleh pemodal adalah bisa mendapatkan bunga yang lebih besar dari deposito di perbankan. Saat ini rata-rata transaksinya mencapai Rp 1,5 juta. Sedangkan total pinjaman yang sudah disalurkan selama kuartal IV-2018 sudah mencapai lebih dari Rp 130 miliar. Jumlah pemodal sudah mencapai lebih dari 600 orang.

BACA JUGA :  Yen perkasa, EUR/JPY bakal melanjutkan pelemahan di awal pekan

OBA mengaku, dengan memanfaatkan aplikasi Fintech Tokomodal kebutuhan toko jadi lebih cepat didapat karena pemesanan dan transaksi langsung via smartphone. Pemilik merasa lebih praktis dan efisien dari segi waktu dan tenaga.

Alimah (27) salah satu OBA mengungkapkan omzet yang didapat dari usaha kelontong perhari sekitar Rp 2 juta. “Untuk keuntungan saya nggak begitu ngitung ya, tapi rata-rata omzetnya kita sekitar Rp 2 juta,” tutur dia.

Di OBA yang berbeda Saiful mengaku dengan bergabung memanfaatkan Fintech Tokomodal belanja dagangannya dalam satu bulan meningkat menjadi Rp 12,5 juta dari yang sebelumnya Rp 7,8 juta.

Source : Merdeka.com

Shares