Press "Enter" to skip to content

Heboh soal Bipang, Fadli Zon Teringat Ucapan Orang Dekat Soeharto

Fadli Zon kembali menyoroti polemik tentang makanan babi panggang (bipang) ambawang yang tengah viral dan dikomentari banyak pihak sejak kemarin.

Makanan khas Kalimantan, bipang menjadi perbincangan luas setelah video pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan berbagai kuliner khas daerah untuk oleh-oleh mudik yang bisa dipesan secara online menjadi viral.

Di tengah viralnya bipang, politikus Partai Gerindra Fadli Zon teringat ucapan Menteri Sekretaris Negara era Presiden Soeharto, almarhum Moerdiono.

Kepada dirinya, Moerdiono pernah mengatakan di era Soeharto, pidato presiden harus diseleksi secara ketat. Bahkan Soeharto sendiri ikut melakukan koreksi atas naskah pidato yang akan disampaikannya.

Mencermati pernyatan Moerdiono, Fadli mengaitkan polemik pernyataan Presiden Jokowi tentang bipang ambawang. Fadli pun mempertanyakan pihak yang menyiapkan teks untuk Jokowi.

BACA JUGA :  Jokowi Berhentikan Tidak Hormat Anggota KPAI, Sitti Hikmawatty

Hal itu diungkapkan Fadli Zon melalui akun Twitternya. “Pak Moerdiono pernah bilang ke saya, di zaman Pak Harto, pidato presiden lewat seleksi ketat, karena ucapan RI 1 harus akurat tepat. Dari staf pembuat pidato, diseleksi dua tahap baru ke Mensesneg, terakhir Pak Harto sendiri ikut koreksi. Nah ini siapa yang siapkan teks? Kasihan dong Presiden,” kata Fadli Zon seperti dikutip dari lini masa akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu 8 April 2021.

Dalam cuitan sebelumnya, Fadli juga meminta Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman tidak “ngeles” dengan mengalihkan maksud bipang menjadi kue jipang yang terbuat dari beras.

Fadli menyatakan di lini masa akun Twitternya menanggapi postingan Fadjroel yang menyebut bipang/jipang adalah makanan yang terbuat dari beras.

BACA JUGA :  Duet Prabowo-Puan Lebih Prospek Galang Koalisi di Pilpres 2024

Dia juga meminta agar penulis konsep pidato Jokowi meminta maaf karena telah berbuat keliru. “Kalau Bipang Ambawang artinya’babi panggang’, sebaiknya minta maaf saja karena yang nulis konsep pidato Pak Jokowi keliru mempromosikan makanan untuk Lebaran. Ini lebih baik ketimbang ngeles mengaburkan bipang dan jipang dari beras. Bilang saja maksud beliau adalah jipang bukan bipang,” kata Fadli dikutip dari lini masa akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (8/5/2021).

Source : sindonews.com

Shares