Press "Enter" to skip to content

Jarang Terlihat, Di Mana Presiden China Saat Virus Corona Menyebar?

Presiden China Xi Jinping memang jarang terlihat selama virus corona menyebar. Terakhir kali, Presiden Xi mengumumkan membentuk sebuah komite untuk mengurus pasien virus corona, 25 Januari 2020. Kala itu, Xi memerintahkan semua tingkat pemerintahan untuk membantu pasien dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama.

“Hidup sangat penting. Ketika epidemi pecah, sebuah perintah dikeluarkan. Ini adalah tanggung jawab kita untuk mencegah dan mengendalikannya,” kata Xi pada pertemuan para pemimpin Partai Komunis China, seperti dikutip Kantor Berita Xinhua.

Namun semenjak saat itu, Presiden Xi sudah jarang terlihat. Kemana Presiden China Xi Jinping berada? Berikut ulasannya:

Hilang dari Halaman Surat Kabar Peoples Daily

Sejak kemunculannya akhir Januari dan memerintahkan upaya-upaya untuk menahan penyebaran virus corona, Presiden Xi Jinping sudah tak terlihat beberapa hari ini. Bahkan, kabarnya juga hilang dari halaman depan surat kabar People’s Daily milik negara dan dalam siaran berita malam tentang siaran pemerintah.

BACA JUGA :  Kate Middleton dan Meghan Markle Diserang di Medsos, Kerajaan Minta Bantuan Instagram

Hal ini cukup aneh, karena biasanya seorang pemimpin negara berada di depan dan tengah selama krisis menyerang. Apalagi kabar Presiden Xi selalu mendominasi liputan media di saat-saat terbaik, terlepas dari seberapa rutin kegiatannya.

Dikutip dari CNN, menghilangnya Presiden Xi dari perhatian China membuat masyarakat bertanya-tanya. Bahkan kabar hilangnya Xi Jinping membuat tumbuhnya spekulasi di negara lain, khususnya di negara musuh.

Pejabat yang Sering Muncul Saat Virus Corona Menyebar

Bukan Presiden Xi Jinping yang selalu muncul dan mengabarkan China saat virus corona menyebar, melainkan Perdana Menteri China Li Keqiang. PM Li selalu menjadi tameng Presiden Xi saat China sedang genting.

Lalu Presiden Xi di mana? Dia berada di balik PM Li. Hal itu muncul dari spekulasi media sosial China. Menurut mereka, Presiden Xi punya cara kerja yang tak kasat mata. Sepertinya, Presiden Xi bekerja di balik PM Li, mengawasi dan membimbing setiap upaya, tanpa harus muncul di garis depan. Jadi dia tidak terlalu terlihat saat gagal.

BACA JUGA :  Imam Masjid London dipecat dari jabatan Karena Kerap kritik pemerintahan Saudi

“Pemerintah pusat mungkin masih aktif dalam mengukur kapan seharusnya Xi mengambil kendali dari upaya memerangi virus corona,” kata Rui Zhong, seorang pakar China di Wilson Center, seperti dikutip dari CNN, Selasa (5/2).

Upaya Melindungi Xi Jinping

Bill Bishop, seorang analis independen Tiongkok menjelaskan salah satu tugas utama dari semua anggota partai adalah melindungi ‘intinya’, yaitu Xi Jinping. Seperti diketahui, Partai Komunis merupakan partai berkuasa di China, dan Xi Jinping adalah ketuanya.

“Jika Anda berpikir ‘pemimpin rakyat’ ingin terlihat dekat dengan orang-orang, mungkin dalam hal ini dia (Xi Jinping) berisiko tertular virus,” katanya, dikutip dari CNN.

Jadi, tugas-tugas seperti ini (mengawasi penyebaran virus corona) dibebankan kepada para pejabat seperti PM Li.

BACA JUGA :  Tentara Irak Diserang Saat Kirim Makanan

Kemudian, penyebaran informasi juga ditekan. Dokter dan ahli tidak boleh banyak bicara dan Wartawan di Hubei juga telah berbicara tentang tekanan untuk mengendalikan liputan mereka.

Source : Merdeka.com

Shares