Kate Middleton dan Meghan Markle Diserang di Medsos, Kerajaan Minta Bantuan Instagram

Jakartaweekly.com – Kate Middleton dan Meghan Markle atau dikenal dengan Royal Duchesses setelah menikah dengan Pangeran William dan Pangeran Harry, diserang di media sosial. Mereka mendapat pesan dengan kata-kata pedas disertai ancaman dari pengguna medsos yang dikirimkan ke akun Instagram maupun Twitter kerajaan. Staf kerajaan kemudian meminta bantuan Instagram untuk mengatasi hal ini.

Dalam menghadapi serangan di internet ini, staf kerajaan harus menghabiskan beberapa jam dalam sepekan untuk memoderasi dan menghapus pesan pelecehan rasis dan seksis serta ancaman. Serangan ini melonjak pada Oktober dan November tahun lalu.

Ujaran kebencian yang paling banyak ditemukan ialah antar kelompok pendukung Kate atau Meghan. Para pendukung Kate dan Meghan ini saling beradu argumen, terutama di akun Instagram Kensington Palace, yang memiliki 7 juta pengikut. Biasanya dalam setiap unggahan akan menerima lebih dari seribu komentar.

BACA JUGA :  Imam Masjid London dipecat dari jabatan Karena┬áKerap kritik pemerintahan Saudi

Kolom komentar ini sebagian besar berisi komentar positif dan menarik, hanya saja ada juga komentar saling serang dengan sangat agresif antar pengikut akun tersebut. “Sangat agresif, terutama pengikut satu dengan yang lainnya,” kata seorang sumber, dilansir dari South China Morning Post, Selasa (29/1).

“Ini merupakan tantangan. Instagram sangat membantu dalam hal ini dengan saran dan dukungannya,” lanjut sumber ini.

Kebijakan istana yang tidak menghapus komentar negatif terhadap Meghan dan Kate disebut memicu para kelompok penggemar Kate maupun Meghan bertengkar di kolom komentar. Salah satu komentar yang dinilai menghina Meghan Markel atau yang dikenal dengan sebutan The Duchess of Sussex ialah enam emoji pisau. Tahun lalu, The Mail on Sunday melaporkan komentar kasar di situs Istana Kensington tentang Meghan bertahan selama berhari-hari. Komentar itu menuduh Meghan memutihkan kulitnya, sementara komentar lain menyebutnya “norak” dan “sampah”.

BACA JUGA :  Cara Malaysia bayar utang yang sudah menggunung

Istana Kensington memiliki akun Twitter dan Instagram resmi dan menggunakan sistem manual dan otomatis dalam mengawasi akun tersebut. Setiap pesan dan komen yang bernada rasis, seksis, melecehkan, dan kasar akan dilaporkan dan terhapus.

Akun resmi kerajaan ini sengaja ditampilkan dengan informasi terbatas terkait berbagai kegiatan anggota kerajaan. Kendati demikian, khusus di akun resmi Instagram kerajaan para komentator di setiap unggahan meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Setiap unggahan akan dikomentari oleh ribuan orang dalam beberapa jam.

“Itu yang harus kami tangani,” tambah sumber itu.

Baik Kate maupun Meghan tidak memiliki akun media sosial pribadi. Meghan menutup akun pribadinya dan situs web gaya hidupnya setelah pertunangannya dengan Pangeran Harry.

BACA JUGA :  Postingan Perempuan Ini Jadi Viral Gara-gara Nama Belakang Ditolak Saat Bikin Akun Online

Source : Merdeka.com