Kenapa Erick Thohir Bisa Kaya Raya ?

Kenapa Erick Thohir Bisa Kaya Raya ?

Menjadi pengusaha bukan hal yang mudah. Perlu perjuangan dan kerja keras yang tiada henti. Terkadang kita harus rela berkorban apapun demi menjadi pengusaha yang sukses. Banyak yang mengawalinya dari masa sekolah maupun saat masih menjadi mahasiswa. Banyak juga yang gagal dan terpaksa meninggalkan bangku kuliah agar dapat fokus menjalankan bisnis. Ada juga yang sukses dan seimbang dengan pendidikan yang sukses pula. Tidak sedikit yang memakai uang orang tua, investor, patungan dengan teman, bahkan ada yang murni tanpa modal.

Di Indonesia, banyak pengusaha muda maupun senior yang sukses besar, ada juga yang gulung tikar dan tenggelam namanya. Setiap tahun, berbagai media internasional dan lokal selalu merilis daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Sebut saja salah satunya Erick Thohir. Salah satu pengusaha yang saat ini namanya sedang berkibar. Beliau juga salah satu pengusaha nasional yang patut dijadikan influence/idola oleh Founder Jakartaweekly.com karena telah sukses membangun media-media besar seperti Golf Digest, A+, Prambors Radio, Gen FM Radio, Harian Republika, dan lain-lain. Pak Erick merupakan bos sekaligus pendiri Mahaka Group. Perusahaan tersebut bergerak di banyak bidang Antara lain Pertambangan, Media, dan Keuangan.

Erick Thohir, lahir di Jakarta pada tanggal 30 Mei 1970. Putra dari Teddy Thohir, salah satu pendiri Grup Astra. Selepas lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta, beliau melanjutkan pendidikan S1 Jurusan Periklanan di Glendale University, Amerika Serikat. Dan kemudian melanjutkan pendidikan S2 Jurusan Administrasi Bisnis di National University California hingga akhirnya pulang ke Indonesia dan membantu bisnis keluarga yakni Restoran Hanamasa dan Pronto. Memutuskan belajar mandiri, beliau lepas dari perusahaan keluarga dengan mendirikan Mahaka Group bersama teman-temannya yakni M. Lutfi, Wisnu Wardhana, dan Harry Zulnardy.

BACA JUGA : Baru Buka Toko Online, Omzet 20 Juta Per Bulan. MAU ? DAFTAR DISINI ! 

BACA JUGA :  Sumber Kekayaan Reino Barack, Pengusaha Muda Tajir Mantan Luna Maya

Hingga 2018, kita tahu bahwa perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh beliau sukses besar. Termasuk tim-tim olahraga dan pelaksanaan Asian Games 2018 yang kemarin-kemarin baru saja usai. Coba teman-teman simak seperti Inter Milan, Satria Muda, dan tim-tim olahraga lain yang dimiliki oleh beliau pasti jadi gede. Hebat kan yaa. Nah, saat ini jakartaweekly.com pengen banget jadi media yang besar dan terkenal kayak media-media Pak Erick ney. Semoga aja bisa ketularan suksesnya Pak Erick Thohir. Amiin. Buat teman-teman yang baru saja memulai usaha dan juga yang sedang mengembangkan bisnisnya baik bisnis sendiri maupun bisnis keluarga, coba kita simak baik-baik kenapa sih Pak Erick Thohir biar sukses dalam menjalankan bisnisnya hingga menjadi Ketua Tim Sukses salah satu Capres-Cawapres Indonesia 2019.

Passion

Sebelum berbisnis hendaknya kita harus menentukan passion kita. Apa yang kita sukai dan gemari, dapat kita jadikan bisnis. Banyak pengusaha-pengusaha yang sukses berbisnis diawali dari sebuah hobi. Jika kita mengikuti kata hati dan ikhlas dalam menjalankannya insyaallah kesuksesan akan datang dengan sendirinya. Pak Erick menyukai olahraga, maka dari itu beliau sering membeli atau mengakuisisi tim-tim olahraga baik di dalam negeri maupun tim-tim internasional. Berbisnis sesuai passion akan menuai hasil yang maksimal karena kita akan termotivasi. Saya mendirikan dan mengembangkan jakartaweekly.com karena saya sangat menyukai bidang Media, Internet, Menulis, dan juga Pemasaran. Makanya bisnis saya pasti tidak jauh dari hal-hal yang menyangkut internet.

Saat tahun 2006, Pak Erick pernah mengalami beberapa guncangan dalam bisnisnya namun beliau rela menjual beberapa koleksinya demi menyelamatkan bisnis-bisnisnya sebelum jatuh. Terkait bisnisnya di Industri sepakbola, namanya melejit di dunia internasional setelah beliau membeli klub besar ternama di Liga Italia yakni Internazionale Milan (Inter Milan) lantaran beliau memang totalitas dalam berinvestasi di klub tersebut. Semua bisnis pasti memiliki risiko, tetapi jika sudah menjadi passion maka tantangan dan rintangan apapun pasti dapat dilalui.

BACA JUGA :  Daftar Perusahaan Yang Dimiliki dan Dikendalikan Oleh Prabowo Subianto

Fokus

Hal berikutnya adalah fokus. Ini yang paling sulit menurut saya. Tantangan terbesar saat saya mengembangkan jakartaweekly.com ini adalah munculnya bisnis-bisnis lain yang membuat saya ngiler. Banyak peluang bisnis yang datang dengan menawarkan keuntungan besar. Alhamdulillah, sekarang saya sendiri bisa fokus dengan apa yang saya kembangkan dan dirikan. Fokus ini merupakan kunci utama dalam menjalankan apapun. Tidak hanya berbisnis, menjadi karyawan pun pasti dibutuhkan fokus. Lihat saja banyak karyawan jaman sekarang susah dalam mencapai target, merasa bosan, dan di kantor pun bermain-main telepon genggam.

Bagi para pebisnis pemula, kamu tentu harus belajar fokus dengan hanya memusatkan kekuatan bisnis apa dan bagaimana yang akan kita kembangkan. Setelah satu bisnis sukses dan dinilai sudah berhasil, barulah melirik bisnis-bisnis yang lain.

Upgrade Kapasitas

Kapasitas dan kemampuan diri menjadi suatu tolak ukur seorang pengusaha dalam menjalankan suatu bisnis. Kapasitas bisa diartikan berpikir besar, bermimpi besar, dan berusaha untuk memiliki kekuatan agar kita terus bergerak mewujudkan semua target-target yang sudah kita tentukan sebelumnya. Dalam bisnis, orang yang berpikir besar tentu akan sangat mudah menjalin relasi dengan lingkungan sekitar. Salah satu agar bisnis terus membesar adalah kita mampu mengkomunikasikannya kepada orang-orang di sekitar maupun masyarakat luas. Setiap orang yang bisnisnya ingin sukses wajib meningkatkan skill dan kemampuannya. Ibarat mahasiswa saat kuliah, setiap semester selalu terdapat yang namanya progress SKS yang mesti dilalui. Kalau kapasitas kita bertambah dan meningkat maka bisnis kita pun akan semakin besar dan berkembang. Buat yang baru belajar tentang dunia bisnis, jangan mudah untuk mengatakan “Ya, Saya mengerti”, Namun berjuanglah untuk menemukan insight baru. Soal belajar bisnis sebenarnya bisa dipelajari sambil melaksanakan bisnis itu sendiri. Belajar dimana saja, bagaimana, dan kapan saja. Selain itu untuk kamu yang mau dan sedang menjalankan Bisnis Online, kamu bisa meningkatkan Skill dan Kemampuanmu dengan mengikuti Kursus Jago Toko Online di https://bit.ly/2O7OMdV .

BACA JUGA :  Mantan Sales Yang Jadi Salah Satu Orang Terkaya Indonesia

Networking

Resep terakhir adalah networking alias jejaring. Bagi pengusaha sekelas Erick Thohir, menjalin relasi itu penting banget. Jika kamu ingin bisnismu sukses dan berhasil, maka kamu butuh jejaring yang luas. Persaingan bisnis makin lama makin ketat. Jangankan berbisnis di luar negeri, berbisnis di negeri sendiri saja persaingannya ampun deh. Contohnya saja saat beliau membeli klub Inter Milan, kalau beliau tidak memiliki jaringan luas, tentu membeli klub besar sekelas Inter Milan pasti hanya sebatas angan-angan. Memang, membangun relasi itu sesuatu yang cukup sulit, tapi akan lebih sulit lagi kalau kamu tidak punya relasi bisnis. Makanya, tidak semua orang sukses dalam membangun network atau relasi. Kamu bisa mulai membangun relasimu dari sekarang agar bisnismu makin berkembang. Kamu bisa bergabung dengan komunitas, asosiasi, atau organisasi tertentu. Selain itu untuk yang masih kuliah, kamu bisa bergabung dengan kampus-kampus lain, komunitas, organisasi kampus, seminar-seminar, dan workshop-workshop.

BACA JUGA : Strategi Omzet 300 Ribu Per Hari Dari Toko Online Tanpa Hahahuhu.

Nah, itulah resep-resep yang membuat Pak Erick Thohir bisa menjadi pebisnis yang berhasil. Coba praktikkan resep diatas dan lakukan tahap demi tahap seperti yang dilakukan pak Erick. Semoga ilmu-ilmu tadi mengantarkan teman-teman semua menjadi pengusaha yang luar biasa. Ingat ya, terjun di dunia bisnis itu tidak boleh setengah-setengah dan malas-malasan. Kamu wajib berjuang keras dan berani dalam mengambil risiko. Nah, sekarang tinggal memilih, Apakah teman-teman mau menjadi pengusaha atau berkarir di dunia professional.

Shares