Press "Enter" to skip to content

Kisah Sukses Kartono Ternak Ikan Gabus

Jakartaweekly.com – Seseorang peternak ikan kutuk atau ikan gabus di Kelurahan Mlilir, Kabupaten Madiun, Jawa Timur sukses berhasil mencapai omzet jutaan rupiah sesudah tekuni usaha ternak ikan gabus. Padahal usaha yang membuatnya jadi jutawan itu baru ditelateni dalam 2 tahun belakangan.

“Saya mulai tekuni usaha ini mulai sejak 2 tahun ini. Alhamdulillah, sekarang ini, telah memperoleh hasil, ” tutur Kartono seseorang peternak ikan gabus di Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun seperti yang dikutip dari halaman madiunpos.com.

Katono memutuskan ternak ikan gabus lantaran ikan itumempunyai manfaat manjur untuk kesehatan. Ikan gabus dipercaya mempunyai kandungan protein albumin paling tinggi dibanding dengan ikan-ikan yang lain.

BACA JUGA :  Produksi alat berat meningkat hingga 42%

“Meskipun permintaan pasar tinggi, ikan gabus ternyata belum banyak yang membudidayakannya. Kebanyakan permintaan ikan gabus berasal dari keluarga pasien yang baru usai operasi dirumah sakit, ” kata Katono.

Harga Stabil

Di samping itu, harga ikan gabus juga termasuk stabil dan tinggi, harganya sekitar  Rp50.000 – Rp60.000 per kg. Harga itu dapat naik waktu musim kemarau dimana sawah dan rawa kering sehingga susah didapatkan ikan itu.

Dengan harga yang tinggi itu, Kartono dapat memperoleh keuntungan jutaan Rupiah. Dari modal awal yang ia mengeluarkan sekitar 2 juta, saat ini waktu panen ia dapat memperoleh keuntungan sampai empat kali lipat dari modalnya.

Modalnya itu sebagian besar itu ia pakai untuk bikin kolam terpal, beli bibit ikan, pakan ikan, serta vitamin untuk ikan. “Untuk bibit ikannya, saya beli dari saudara di Yogyakarta. Dan untuk perawatan, ya susah-susah mudah”, imbuhnya.

BACA JUGA :  Rekor Baru, Kekayaan Miliarder Jeff Bezos Melonjak Jadi Rp 2.419 Triliun

Dalam perawatannya, Ia harus rajin ganti air tiap-tiap dua minggu sekali serta berikan makan sampai lima kali dalam satu hari, ia juga berikan ikannya itu vitamin supaya bisa tumbuh dengan baik. Sedang, untuk pemasarannya, ia umumnya penuhi kebutuhan lokal Madiun dan Ponorogo, Namun sering juga sampai Pacitan.

Katono mengakui sampai kini merasa kewalahan melayani banyaknya permintaan igan gabus, ini karena stock ikan Gabus yang siap jual sangatlah terbatas.

Source : umkmjogja.com

Shares