Moeldoko, Mantan Jenderal Yang Punya Harta Puluhan Miliar

Moeldoko, Mantan Jenderal Yang Punya Harta Puluhan Miliar.

Nama mantan KSAD Moeldoko akhir-akhir ini menjadi sorotan media Nasional. Kepala Staf Kepresidenan ini dikabarkan dituding terlibat dalam dugaan fitnah media Asia Sentinel yang ditujukan kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam fitnah tersebut, SBY dikaitkan dengan skandal Bank Mutiara (d/h Bank Century) yang hingga sekarang tak ada kejelasan.

Hal ini terjadi karena Moeldoko dikethui pernah berfoto bersama dengan co-founder Asia Sentinel, Lin Neumann. Fotonya beredar setelah diposting oleh Rachland Nashidik (Wasekjen Partai Demokrat) melalui akun Twitter. Dalam foto tersebut tertulis caption Rachland yang mempertanyakan soal kemungkinan adanya keterlibatan “Istana” terkait fitnah kepada mantan Presiden SBY.

Moeldoko akhirnya turun tangan memberikan klarifikasi. Mantan Panglima TNI tersebut bercerita tentang pertemuannya dengan co-founder Asia Sentinel. Pertemuan tersebut sebenarnya terjadi saat mereka berdua hadir dalam acara diskusi dengan Kadin Amerika (Chambers of Commerce/AmCham) pada tanggal 18 Mei 2018. Lin Neumann hadir sebagai Director of American Chamber of Commerce in Indonesia.

Beliau membantah jika dirinya mendiskusikan kasus bank Century dengan Lin Neumann. Dan beliau juga menegaskan kalai tidak mengenal dekat cofouncer Asia Sentinel tersebut.

Terlapas dari gossip-gosip tentang Moeldoko dengan Asia Sentinel, Mantan Panglima TNI ini memiliki segudang kisah, pengalaman, dan prestasi yang segudang baik di dunia Militer maupun dalam kesehariannya. Berikut kisah-kisah tentang Bapak Moeldoko.

Anak Seorang Pedagang

Moeldoko lahir di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri pada tanggal 8 Juni 1957. Ia tumbuh dan dibesarkan oleh keluarga sederhana. Beliau merupakan anak bungsu dari 12 bersaudara. Ayahnya bernama Moestaman dan Ibunya bernama Masfuah.

BACA JUGA :  Pria Ini Berharta Rp 283 M Tapi Makan di Kantin dan Pakai Baju Murah

Sang Ayah berprofesi sebagai pedagang palawija. Hasil dari berdagang palawija belum mampu memenuhi kebutuhan hidup seluruh anggota keluarga. Sejak kecil, beliau harus mau belajar hidup secara mandiri. Ia memilih membantu keluarga dengan bekerja sebagai pengangkut batu dan pasir setelah jam pulang sekolah.

Berkarir di Militer Merupakan Pilihan Hidupnya

Moeldoko menempuh pendidikan Sekolah Dasar hingga Menengah Pertama di Kediri. Dan melanjutkan bangku SMA di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Setelah lulus SMA, Moeldoko memutuskan melanjutkan karirnya di TNI dengan mendaftar di Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah.

Selama menempuh pendidikan militernya, beliau merupakan siswa yang berprestasi. Ia lulus pada tahun 1981 sebagai lulusan Akmil terbaik dan menerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa.

BACA JUGA : Baru Buka Toko Online, Omzet 20 Juta Per Bulan. MAU ? DAFTAR DISINI !

Segudang Prestasi di dunia militer

Setelah lulus dari pendidikan Akmil, Moeldoko lantas bergabung dalam kesatuan Angkatan Darat (AD). Kariernya sebagai anggota TNI terbilang cukup cemerlang. Ia mendapatkan 12 penghargaan, mulai dari Bintang Dharma, Eka Paksi Pratama, Eka Paksi Nararya, hingga Satya Lencana Wira Dharma.

Selain karena segudang prestasi, penghargaan yang diperolehnya tersebut karena dirinya aktif terlibat di lapangan. Salah satunya adalah penugasan dirinya ke Timor Timur (Timtim) pada tahun 1984 dan bergabung menjadi anggota Kontingen Garuda (Konga) XI/A pada tahun 1995.

Tidak cukup sampai disitu, ia juga mendapat promosi untuk menduduki jabatan strategis di Instansi tersebut dan tercatat pernah menduduki hingga 25 jabatan di dunia militer.

BACA JUGA :  Kenapa Erick Thohir Bisa Kaya Raya ?

Jabatan pertama yang diembannya adalah Komandan Pleton (Danton) Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana pada tahun 1981. Dari situlah kariernya mulai menanjak hingga berhasil menduduki posisi Panglima TNI dari tahun 2013 hingga tahun 2015 pada masa pemerintahan Presiden SBY.

Memutuskan Aktif di Partai Hanura

Setelah pensiun sebagai Panglima TNI yang akhirnya digantikan oleh Jenderal Gatot Nurmantyo, Moeldoko terjun kedunia politik pada tahun 2016 bergabung dengan Partai Hanura.

Dilansir dari Tirto, beliau diangkat oleh Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Hanura sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Ia bertugas mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, WIranto.

Bukan hanya aktif di partai politik, ia juga didaulat menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dengan periode jabatan 2015-2020.

Mengemban Jabatan Sebagai Kepala Staf Kepresidenan

Moeldoko akhirnya berhasil muncul kembali di hadapan publik saat dirinya diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan oleh Presiden Jokowi.

Sebenarnya, tanda-tanda bahwa dirinya merapat ke pemerintahan mulai nampak saat beliau didaulat menjadi perwakilan keluarga besar Presiden Jokowi untuk menyampaikan kata sambutan dalam sebuah acara pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu-Bobby Nasution.

Selama mengemban jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, ia bertugas aktif dalam membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan seluruh program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.

BACA JUGA : Strategi Omzet 300 Ribu Per Hari Dari Toko Online Tanpa Hahahuhu.

Dulu hidup susah, kini hidup dengan harta puluhan miliar

Nah, itulah perjalanan karir Pak Moeldoko yang diawali dengan mengabdi sebagai prajurit TNI kemudian berlanjut dengan jabatan sebagai Panglima TNI dan kini sukses bertugas membantu Presiden sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Torehan prestasinya saat berkarir sebagai anggota TNI layak diacungi jempol.

BACA JUGA :  Perjuangan dan Jumlah Harta Pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya

Sekedar informasi, kekayaan saat menduduki jabatan sebagai Kepala Staf TNI AD terhitung lebih besar daripada kekayaan Jenderal Gatot Nurmantyo. Seperti dilansir dari situs LHKPN, Kekayaan Moeldoko mencapai angka Rp 28.712.301.249 ditambah dengan US$ 450 ribu pada tahun 2013.

Saat diinterview oleh wartawan, ia mengaku kalau dirinya memperoleh kekayaan yang cukup besar karena dirinya aktif bertugas di berbagai negera. Selain itu, beliau menikahi istrinya yang kebetulan berasal dari keluarga kaya raya.

Bagaimanapun juga, perjuangan dan kerja keras jenderal bintang empat ini sejak jaman susah hingga berhasil menduduki jabatan-jabatan sebagai orang penting dan memiliki kekayaan begitu besar patut diacungi jempol. Ditambah lagi, pengalaman hidup, usaha, dan kemandiriannya membuat beliau menuai kesuksesan seperti saat ini. Tiga jempol buat Bapak Moeldoko.

Nah, buat kamu yang ingin sukses dan kaya raya seperti Pak Moeldoko, kamu wajib memiliki penghasilan dan pendapatan yang cukup besar. Untuk dapat memiliki pendapatan yang besar, sesorang harus mendirikan sebuah bisnis salah satunya yaitu bisnis online yang saat ini sedang tren. Untuk kamu yang mau dan sedang menjalankan Bisnis Online, kamu bisa meningkatkan Skill dan Kemampuanmu dengan mengikuti Kursus Jago Toko Online di https://bit.ly/2O7OMdV .