Press "Enter" to skip to content

Polisi Denda PM Norwegia Rp 34 Juta karena Langgar Aturan Penyekatan

Polisi Norwegia dua hari lalu mengatakan mereka mendenda Perdana Menteri Erna Solberg karena melanggar aturan penyekatan Covid-19 ketika mengadakan acara perayaan ulang tahun dirinya dengan keluarga.

Dikutip dari laman Reuters, Jumat (9/11), Kepala Polisi Ole Saeverud mengatakan dalam jumpa pers, PM Solberg didenda sebesar 20.000 crown atau setara Rp 34 juta.

Solberg yang sudah menjalani masa jabatan dua periode itu bulan lalu menggelar acara perayaan ulang tahun ke-60 dengan 13 anggota keluarganya di daerah wisata pegunungan pada akhir Februari lalu. Dia pun sudah meminta maaf karena melanggar aturan. Pemerintah melarang pertemuan atau kumpul-kumpul lebih dari 10 orang.

Polisi menuturkan biasanya mereka tidak menjatuhkan sanksi denda kepada warga lain namun perdana menteri adalah orang yang berada di garis depan pemerintahan yang seharusnya bertugas menerapkan aturan.

BACA JUGA :  Bank Dunia: 60 Juta Orang Bisa Jatuh Miskin Karena Pandemi Virus Corona

“”Meski semua orang sama di depan hukum, tapi tidak semua orang setara berhadapan dengan hukum,” kata Sauverud membela sanksi denda itu.

“Karena itulah sanksi denda ini keputusan yang benar untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam hal penerapan aturan penyekatan sosial,” kata dia.

Polisi mengatakan Soldberg dan suaminya, Sindre Finnes, memutuskan bersama untuk mengadakan perayaan ultah itu dan memilih restoran tempat acara digelar.

Meski polisi mengatakan suami Soldberg juga bersalah namun dia tidak didenda. Restoran tempat acara tersebut juga dinilai melanggar aturan tapi tidak didenda.

“Soldberg adalah pemimpin negara dan dia menjadi orang yang terdepan untuk menerapkan aturan penyekatan untuk mencegah penyebaran virus,” kata Saeverud.

BACA JUGA :  China Kerahkan Militer untuk Tangani Virus Corona Wuhan

Kantor perdana menteri sejauh ini belum berkomentar.

Soldberg yang akan menghadapi pemilu parlemen September nanti selama ini menggembar-gemborkan aturan penyekatan untuk mencegah penyebaran virus corona dan hasilnya Norwegia termasuk negara Eropa dengan kasus positif dan kematian terendah.

Namun pada kuartal pertama tahun ini Norwegia mengalami peningkatan kasus yang pesat lantaran varian virus corona yang lebih menular. Pemerintah menerapkan aturan penyekatan yang lebih ketat mulai bulan lalu.

Source : Merdeka.com

Shares