Press "Enter" to skip to content

Produksi alat berat meningkat hingga 42%

Produksi alat berat meningkat hingga 42%.

Kala penghujung tahun tiba, sektor batubara biasanya semakin semarak. Tentu hal tersebut berdampak meningkatnya permintaan akan alat berat demi menunjang kerja sektor tersebut.

Maka tak heran, pabrikan alat berat di tahun ini diproyeksikan mengalami kenaikan volume produksi yang tinggi dibandingkan tahun lalu. Jamalludin, Ketua Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) mengatakan hal itu telah terjadi dengan realisasi produksi alat berat sampai kuartal III-2018.

“Sampai kuartal tiga tahun ini produksi alat berat sudah melampaui produksi di satu tahun 2017,” ungkapnya kepada Kontan.co.id, Jumat (19/10). Hinabi mencatat sampai September 2018 ini total produksi 5.748 unit, atau menurut Jamalludin naik 42% year on year (yoy).

BACA JUGA :  Garuda Indonesia tak Lagi Andalkan Penjualan Tiket

Padahal sampai 2017 saja produksi alat berat nasional hanya 4.036 unit, itu pun sudah naik 59,7% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 2.527 unit. “Sehingga sampai kuartal empat nanti menurut saya bakal sesuai dengan target yang dicanangkan yaitu 8.000 unit (full 2018),” terang Jamalludin.

Sementara itu bagi pelaku usaha seperti, PT United Tractors Tbk (UNTR) tak menampik bahwa sektor pertambangan (mining) memang menggairahkan permintaan akan alat berat. Hanya saja menurut Corporate Secretary perseroan Sara K. Loebis penjualan alat beratnya masih sesuai dengan rencana.

“Jadi tidak ada kebutuhan atau lonjakan mendadak di akhir tahun,” katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (19/10). Mengenai perolehan volume penjualan sampai kuartal-III ini ia mengaku belum dapat membeberkannya karena laporan akan segera rilis di minggu depan.

BACA JUGA :  5 Anak Muda Terkaya Di Indonesia

Namun diketahui bahwa perseroan tengah memaksimalkan kinerja perusahaan di kuartal IV-2018. UNTR memiliki target penjualan alat berat mencapai 4.500 unit pada 2018 atau meningkat 18% ketimbang tahun lalu 3.788 unit, dimana penjualan alat berat sampai Agustus 2018 sudah tercatat sebesar 3.211 unit.

Distributor alat berat seperti PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) turut mengakui adanya dampak tren positif dari sektor tambang. Selain itu perseroan juga didorong oleh kenaikan harga komoditas tersebut.

Oleh karena itu Martio, Finance & Adm. Director PT Kobexindo Tractors Tbk cukup optimis target kenaikan penjualan 40% di tahun ini bakal terpenuhi. Menilik laporan keuangan semester I-2018 penjualan unit alat berat tercatat tumbuh 47,24% menjadi US$ 34,54 juta (kisaran Rp 507 miliar) dibandingkan semester I-2017 lalu.

BACA JUGA :  3 Bisnis Olahan Ikan Ini Cetak Omzet Besar, Ada yang Sampai Rp 40 Miliar

Segmen tersebut berkontribusi sebesar 82,67% terhadap pendapatan konsolidasi Perseroan, atau terbesar dibandingkan segmen bisnis lainnya.

 

Source : Kontan.co.id

Shares